Pergantian pemain merupakan strategi manajer untuk menentukan arah permainan selanjutnya kemana. Manajer harus jeli untuk melihat suatu kondisi, ia tak boleh teledor untuk melakukan hal itu.
Jangan sampai hal seperti dibawah ini, terulang lagi. Pemain mereka berbuah kesalahan fatal dan merugikan pemain lainnya dan timnya. Ini dia 5 Kesalahan Keputusan Pergantian Pemain Oleh Manajer Yang Berbuah Fatal
Leicester City 3 – 2 Aston Villa, Dua Ditarik Striker Sekaligus

Dimulai dari pertandingan lanjutan Premier League musim 2015/2016 antara Leicester City Vs Aston Villa di King Power Stadium. Unggul dua gol, pada menit 39 melalui Jack Grealish dan Charles Gil di menit 62. Unggul dua gol, membuat Manajer Aston Villa “Tim Sherwood” nampaknya terlalu santai dan menganggap kalau timnya pasti meraih kemenangan. Ia mengambil keputusan mengejutkan dengan menarik dua penyerangnya. Sehingga, tidak ada striker murni disana.
Alhasil mereka cenderung bermain bertahan, petaka mulai muncul pada menit 72, Ritchie De Laet mampu memperkecil ketertinggalan. Tak butuh waktu lama, Jamie Vardy yang kemarin menjadi top skor EPL berhasil menyamakan kedudukan 10 menit kemudian. Dan Nathan Dyer akhirnya menghukum Sherwood dengan golnya pada menit 89. Nathan Dyer menceploskan bola ke gawang Aston Villa setelah meneriman umpan manis dari Riyad Mahrez dan keadaan berbalik menjadi 3-2. Dan akhirnya The Foxes menjadi kampiun musim itu.
Adu Pinalti Jerman 6 – 5 Italia Euro 2016, Simone Zaza Gagal Mencetak Gol Pinalti Padahal Dia Dimasukkan Khusus Untuk Mengeksekusi Pinalti
https://www.youtube.com/watch?v=eep3N96HvF8
Perempat Final Euro 2016, berlangsung ketat dan penuh kejutan. Pertandingan antara Jerman vs Italia harus berakhir dengan adu tos tosan. Sebelumnya Conte seperti sudah mempersiapkan hal ini. Ia memasukkan Simone Zaza pada extra time babak kedua perpanjangam waktu.
Menjadi eksekutor kedua, Zaza diharapkan mampu menyarangkan bola ke gawang Neuer. Namun, hal yang terjadi jauh dari ekpetasi. Ia justru gagal mengkonversi penalti menjadi gol. Bahkan tendangannya melambung jauh ke atas gawang. Gaya langkah Zaza juga disebut aneh.
Liverpool 1 – 2 MU, Gerrard Dikartu Merah Setelah Masuk 48 Detik
https://www.youtube.com/watch?v=kh6Uy-95U0g&t=27s
Pemain legenda bukannya tak pernah melakukan kesalahan fatal. Ini terbukti saat Liverpool harus menelah kekalahan 1 -2 dari MU. Sebagai legenda, ketika ia masuk ke lapangan menggantikan dengan mengemban kapten menggantikan Adam Lallana. Ia disoraki oleh fans Liverpool dan berharap mampu meningkatkan moral teman-temannya dengan kedewasaan dan pengalamannya.
Namun, nampaknya hari itu bukan harinya. Ia langsung menerima kartu merah setelah hanya 48 detik bermain. Ia melakukan tekel keras saat itu. Juan Mata menjadi korbannya. Permainan masih berlanjut, bola bergulir di kaki Gerrard dan Ander Herrera berusaha menekelnya namun tidak mengenainya. Mungkin sedikit nakal atau apa, Gerrard menginjak kaki Herrera. Hal itu dilakukan didepan wasit yang melihatnya. Sontak, tanpa ampun wasit pun mengganjarnya dengan kartu merah.
Levski Sofia 2-2 Lille, Ivo Ivanov Mencetak Gol Bunuh Diri Setelah 14 Detik
Masuk sebagai pemain pengganti pada menit 87 saat timnya sedang unggul 2-1 atas Lille. Ia menjadi perusak kemenangan Sofia malam itu. Baru masuk 14 detik, ia mencetak gol bunuh diri dan membuat timnya terpaksa kehilangan kemenangan.

Berawal dari tendangan bebas ke gawang. Bola meluncur ke daerah pertahanan Sofia dan disana ada Ivanov yang nampaknya ingin membuang bola. Namun,malang bola yang di halau justru masuk ke gawang sendiri.
Kiper Santos Laguna Membuat Kesalahan Dan Berbuah Gol Sesaat Setelah Ia Menggantikan Kiper Utama

Julio Gonzales, kiper kedua ini masuk menggantikan kiper utama Laguna karena cedera di lututnya. Namun, setelah beberapa detik masuk ia membuat kesalahan fatal yang dapat dikonversi lawan menjadi gol.
Ia memperoleh back pass , hal itu mudah dilakukan oleh kiper. Dengan jarak bola yang jauh dengan lawan. Mungkin, kalau Julio tak lama-lama memegang bola hal itu takkan terjadi. Ia terlihat ingin menipu lawan layaknya Cilesen, Neuer atau kiper Top Eropa. Ia lupa kalau dirinya masih minim pengalaman, dan akhirnya ia pun kecolongan bola dan membuat timnya harus bermain imbang 1-1. Dan membuat timnya gagal lolos ke semifinal karena di Leg Kedua mereka kalah.